Pengertian dan Sejarah Tipografi yang Perlu Diketahui
Apa pun pekerjaan Anda, selama tugas sehari-hari berkaitan erat dengan produksi ide, perlu memahami pengertian dan sejarah tipografi. Suatu ide akan hanya sebatas gagasan saja jika tidak dieksekusi dengan baik. Eksekusi ide pun harus optimal agar apa yang Anda pikirkan tersampaikan kepada audiens.
Bagian terpenting dalam proses mengkomunikasikan ide tersebut adalah tipografi. Seni rupa huruf atau type design ini berperan penting dalam proses penyampaian suatu pesan secara tepat dan akurat, sekaligus menciptakan kesan tertentu sesuai harapan si empunya ide.
Contoh, pemilihan jenis huruf pada sebuah artikel bertujuan memudahkan pembaca mengenali kejelasan bentuk huruf dan nyaman saat dibaca. Sementara, tipografi pada desain visual turut memperkuat pesan di balik gambar yang ingin disampaikan penggagasnya.
Lebih lanjut, mari simak ulasan mengenai pengertian dan sejarah tipografi berikut ini.
Sejarah Tipografi
Pernah mendengar pictograph? Bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux dahulu menggunakan bahasa berupa simbol gambar sebagai cara berkomunikasi tulisan. Sementara, di negeri asal piramida, Mesir, jenis huruf Hieratia atau Hieroglif sudah berkembang sejak abad 1300 SM.
Bentuk sejarah tipografi tersebut sejatinya menjadi akar bentuk Demotia, yang ditulis memakai pena khusus. Seiring waktu, perkembangan jenis huruf itu menyebar ke Kreta, Yunani, hingga seluruh Eropa.
Namun, masa kejayaan sejarah tipografi baru terjadi pada abad 8 SM, tepat ketika bangsa Romawi mengawali kekuasaannya. Mereka mempelajari sistem tulisan milik bangsa Etruria, penduduk asli Italia, dan menyempurnakannya sampai terbentuk huruf-huruf Romawi.
Kata “typography” diambil dari bahasa Yunani, yaitu “typos” (berarti bentuk, impresi) dan “graphein” (menulis, memahat). Dalam praktiknya, tipografi lebih dari sekadar seni rupa huruf, tetapi juga menyangkut teknik seleksi dan pengaturan jenis huruf, ukuran, line length, line leading, spasi karakter, dan spasi kata.
Tipografi bukan hanya bertujuan menarik perhatian audiens terhadap suatu tulisan atau produk visual lainnya. Beberapa tujuan tipografi adalah:
- Mengoptimalkan nilai keterbacaan suatu ide
- Menciptakan hubungan yang kontekstual dari rangkaian ide yang tersaji
- Memberikan informasi kepada audiens
- Menciptakan kesadaran sekaligus menunjukkan keberadaan suatu ide
- Mengkomunikasi emosi yang digagas pemilik ide.
Pendek kata, seni rupa huruf ini berfungsi sebagai alat serba guna penyampaian informasi. Oleh karena itu, dalam pemakaiannya pembuat harus memperhatikan aspek asal (origin), tujuan (objective), situasi kondisi/lingkungan (environment), dan waktu saat itu (point in time).
Pengertian Tipografi Menurut Para Ahli
Hermann Zapf, seorang desainer huruf asal Jerman menulis sebuah buku berjudul “Manuale Typographicum” pada 1954. Zapf menjelaskan bahwa sejarah tipografi didefinisikan sebagai suatu seni sekaligus teknik pemilihan dan penataan huruf guna menciptakan kesan tertentu. Pengaturan serta penyebaran huruf sesuai ruang yang tersedia dipandang mampu meningkatkan kenyamanan membaca secara maksimal.
Beberapa ahli lain turut menuturkan pandangan mereka mengenai definisi tipografi.
Danton Sihombing
Menurut Ketua Umum Asosiasi Desainer Grafis Indonesia periode 2007-2010 ini, sejarah tipografi merujuk pada representasi visual sebuah bentuk komunikasi yang bersifat verbal dalam rupa properti visual yang efektif.
Roy Brewer
Penulis buku “Eric Gill: The Man Who Loved Letters” ini menuturkan tipografi bisa berarti luas, terkait penataan dan pola halaman dalam suatu cetakan. Sementara, pengertian lebih sempit mencakup pemilihan, pengaturan, dan hal lain terkait pengaturan set huruf, di luar ilustrasi dan elemen lainnya.
Dendi Sudiana
Dalam jurnal bertajuk “Tipografi: Sebuah Pengantar,” Dendi Sudiana menyebutkan bahwa gambar merupakan elemen grafis yang bisa dibaca dengan mudah. Namun, kata-kata yang terbangun dari rangkaian huruf itulah yang memandu pembaca untuk memahami pesan atau ide suatu karya.
Stanley Morison
Seorang ahli tipografi, pemilik percetakan, dan sejarawan dunia percetakan Inggris ini punya definisi tersendiri. Bagi Morison, sejarah tipografi merujuk pada keterampilan mengatur bahan cetak secara baik guna suatu tujuan. Misalnya, pengaturan tulisan, pembagian ruang atau spasi, serta penataan huruf supaya pembaca terbantu saat memahami teks.
Dalam lingkup desain komunikasi visual, seni rupa huruf ini berfungsi sebagai bahasa visual. Seorang desainer harus mampu membaca dan mengartikan bentuk maupun gambar, serta memprediksi reaksi audiens saat melihat karyanya. Nyaris semua hal terkait desain komunikasi visual melibatkan elemen tipografi. Maka, ketika desainer mengabaikan elemen ini, bisa berimbas pada desain yang kurang komunikatif.
Memahami pengertian dan sejarah tipografi akan menggugah Anda menciptakan karya visual yang lebih bermakna. Kunjungi Percetakan Murah , pusat informasi percetakan dan desain grafis untuk menemukan inspirasi menarik lainnya.
Artikel Terkait ;
- Portfolio Kardus Sepatu Custom Murah
- Jual Kardus Sepatu Custom di Bandung
- Jual Kardus Sepatu Custom di Bogor
- Jual Kardus Sepatu Custom di Tangerang

Penulis : Tya Sales Marketing | WhatsApp Halo Ibu Tya
Tya, adalah Content Manager & Sales Marketing di PT Argo Tama Karya. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi design kemasan, digital marketing, dan travelling. Melalui Website www.atk.co.id ini, Tya ingin berbagi informasi dan membantu pembaca seputar box kemasan packaging.
Review / Editor : Adi Designer
Image By : Design Mailer Box Custom Havel Tea Surabaya by PT Argo Tama Karya
Keyword : Sejarah Tipografi
Referensi : Proses Kardus Sepatu di Mesin Flexo
