Mengenal & Jenis Kertas Kemasan Food Grade
Kertas Kemasan Food Grade – Suatu kemasan sendiri dapat dikategorikan sebagai food grade jika telah memenuhi standar food safety, terbuat dari bahan baku virgin pulp dan bukan bahan daur ulang, serta diproduksi dengan aturan praktik manufaktur yang baik atau Good Manufacturing Practice (GMP) dengan sistem analisis bahaya dan pengendalian titik kritis atau Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Dengan standar tersebut tentu tak dapat diragukan lagi jika kemasan food grade sangatlah aman untuk digunakan.
Perbedaan Bahan Kemasan Food Grade & Non Food Grade
Kertas kemasan yang food grade terbuat dari virgin pulp, dimana seratnya berwarna putih alami dan tidak mengandung serat daur ulang sama sekali. Tentunya, jenis kertas ini juga telah sesuai dengan aspek food safety.
Sebaliknya, jenis kertas yang non-food grade terbuat atau mengandung serat daur ulang. Jenis kertas ini memiliki kandungan kotoran dan tinta cetak yang tinggi. Bahan pengotor tadi selain berbahaya, akan dengan mudah bermigrasi dari kemasan kertas ke bahan pangan.
Tingkat Bahaya nya Bahan Kimia Yang Di Gunakan Pada Bahan Kemasan Non Food Grade
Bahayanya, makin sering digunakan, para konsumen makanan atau minuman kemasan pangan non-food grade akan terus menerus melakukan kontak dengan bahan-bahan kimia berbahaya. Terungkap dalam jurnal ilmiah berjudul ‘Tackling the Toxics in Plastics Packaging’, hal tersebut dapat menimbulkan risiko penyakit berbahaya, salah satunya kanker.
4 Syarat Utama Bahan Kemasan Makanan yang Baik
Kemasan makanan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan. Bahan yang digunakan untuk kemasan makanan harus memenuhi beberapa syarat penting untuk memastikan keamanan dan kesehatan konsumen.
Berikut adalah 4 syarat utama bahan kemasan makanan yang baik:
- Aman dan Tidak Beracun
Bahan kemasan makanan harus aman dan tidak beracun. Artinya, bahan tersebut tidak boleh bereaksi dengan makanan dan mengeluarkan zat berbahaya yang dapat mencemari makanan. Bahan kemasan makanan harus dibuat dari bahan yang inert dan tidak bereaksi dengan makanan, seperti plastik, kertas, atau logam yang dilapisi bahan inert.
- Tahan Lama dan Kuat
Kemasan makanan harus tahan lama dan kuat untuk melindungi makanan dari kerusakan fisik, seperti benturan, tetesan, atau tekanan. Kemasan makanan harus mampu menjaga bentuk dan integritasnya selama proses penyimpanan, transportasi, dan distribusi.
- Kedap Udara dan Kedap Air
Kemasan makanan harus kedap udara dan kedap air untuk mencegah kontaminasi oleh mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, atau serangga. Kemasan makanan harus mampu menjaga kesegaran dan kualitas makanan dengan mencegah kontaminasi dari luar.
- Mudah Didaur Ulang atau Diurai
Bahan kemasan makanan harus mudah didaur ulang atau diurai. Hal ini penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Bahan kemasan makanan yang terbuat dari bahan yang dapat didaur ulang atau diurai akan lebih ramah lingkungan dan membantu mengurangi sampah plastik.
Syarat Tambahan:
Selain 4 syarat utama di atas, bahan kemasan makanan juga harus memenuhi beberapa syarat tambahan, seperti:
- Tahan terhadap suhu: Kemasan makanan harus tahan terhadap suhu yang ekstrem, seperti panas atau dingin, untuk menjaga kualitas makanan.
- Tahan terhadap cahaya: Kemasan makanan harus tahan terhadap cahaya untuk mencegah kerusakan makanan akibat sinar ultraviolet.
- Mudah dicetak: Kemasan makanan harus mudah dicetak dengan informasi penting tentang produk, seperti nama produk, bahan-bahan, tanggal kadaluarsa, dan informasi lainnya.
- Menarik dan informatif: Kemasan makanan harus menarik dan informatif untuk menarik perhatian konsumen dan memberikan informasi yang jelas tentang produk.
Memilih bahan Kertas Kemasan Food Grade untuk kemasan makanan yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan. Dengan memperhatikan 4 syarat utama dan syarat tambahan di atas, Anda dapat memilih bahan kemasan makanan yang aman, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan Anda.
